Kamis, 29 November 2012

Kewajiban Subjektif & Objektif


Hierarki Perpajakan DiIndonesia :
1. Undang-Undang (UU)
2. Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (PERPU)
3. Peraturan Pemerintah (PP)
4. Peraturan Menteri Keuangan (PMK)
5. Peraturan Direktur Jenderal Pajak (PER – DJP)
6. Surat Edaran Direktur Jenderal Pajak (SE – DJP)

Kewajiban Pajak Subjektif  (Ps 2A ayat (1), (2), (3), (4) dan (5)
A. Subjek Pajak Dalam Negeri :
 1. Orang Pribadi :
    Mulai      : - Saat dilahirkan
                   - Saat berada atau berniat tinggal di Indonesia
    Berakhir :  - Saat meninggal
                   - Meninggalkan Indonesia untuk selamanya
 2. Badan :
    Mulai     :   Saat didirikan/berkedudukan diIndonesia
    Berakhir :   Saat dibubarkan atau tidak lagi berkedudukan di Indonesia

B. Subjek Pajak Luar Negeri :
 1. Selain BUT :
    Mulai     :   Saat menerima/memperoleh penghasilan dari Indonesia
    Berakhir :   Saat tidak lagi memperoleh/menerima penghasilan dari Indonesia
 2. BUT :
    Mulai     :   Saat melakukan usaha/kegiatan melalui BUT diIndonesia
    Berakhir :   Saat tidak lagi menjalankan usaha/kegiatan melalui BUT diIndonesia
C. Warisan Yang Belum Terbagi :
   Mulai      :   Saat timbulnya warisan
   Berakhir  :   Saat warisan selesai dibagikan

Objek Pajak (Psl 4 ayat (1)) adalah
 Penghasilan --> Setiap Tambahan Kemampuan Ekonomis Yang :
  - Diterima atau diperoleh Wajib Pajak
  - Berasal dari Indonesia maupun dari luar Indonesia
  - Dapat dipakai untuk konsumsi atau untuk menambah kekayaan Wajib pajak
  DENGAN NAMA DAN DALAM BENTUK APAPUN

Artikel Terkait: